Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Khofifah Menghimbau Masyarakat Tidak Panik Terhadap Omicron

Jumat, 07 Januari 2022 | Januari 07, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-01-06T23:57:19Z

 


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat Jatim tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat protokol kesehatan pasca ditemukannya varian Omikron Covid19  di wilayah Jatim. Hal ini erdasarkan laporan  Institute of Tropical Diseases (ITD) Unair. “Kita tidak oleh panik tetapi yang terpenting kita harus tetap waspada dengan  memperketat prosedur keersihan memakai masker mencuci tangan menjaga jarak meminimalkan pergerakan dan menjauhi keramaian” kata Khofifah.Musim dingin serta percepatan vaksinasi”. ke Kabupaten Pasuruan pada Minggu (2 Januari 2022).

 Khofifah mengatakan deteksi varian Omicron  di Jawa Timur tidak isa dihindari. Kapolda Ka. BNPB dan Menteri Kesehatan” ujarnya. Untuk itu Khofifah mengimau semua pihak untuk menjaga kondisi agar situasi di Jawa Timur tetap aik dan terkendali. Khususnya dengan menjaga jumlah kasus aktif  tetap rendah laju penularan juga terus dipantau agar tetap di awah 1% dan tidak memungkinkan lonjakan jumlah kasus. Sejauh ini varian Omicron elum menunjukkan ciri yang mengancam nyawa pasien terutama  yang sudah divaksinasi” ujar Khofifah.  Selain itu Khofifah juga menekankan pentingnya vaksinasi. Vaksinasi merupakan salah satu intervensi untuk mencegah. penyearan Covid19. “Oleh karena itu saya meminta seluruh masyarakat Jawa Timur yang elum divaksinasi kedua jenis vaksin terseut terutama yang  belum divaksin segera ke fasilitas kesehatan untuk divaksinasi” ujarnya.

 Terakhir orang nomor satu di Jawa Timur itu kemali mengimau masyarakat untuk tidak mengendurkan protokol kesehatan meski situasi di Jawa Timur sudah mereda. Ia menyimpulkan:

 Catatan ada 98 kasus  aktif Covid-19 di Jawa Timur pada 1 Januari 2022 dari total 00.081 kematian 29.76 kematian dan 370.237 pulih dengan volume vaksinasi dengan dosis 1 hingga 7859% dan dosis 2 hingga 5698%. Sedangkan vaksin untuk lansia mencapai 6331%.

×
Berita Terbaru Update