Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Teknik Latihan Memandu Wisata Sejarah Ala Jurusan Pendidikan Sejarah dan Sosiologi IKIP Budi Utomo Malang

Jumat, 07 Januari 2022 | Januari 07, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-01-07T05:17:49Z

 


Saat ini, Generasi milenial wajib atau harus tahu tentang warisan budaya dari masa lalu. warisan itu paling tidak harus selalu dilestarikan agar kita sebagai generasi penerus bisa tahu bahwa banyak sekali hal-hal yang perlu kita pelajari berkaitan dengan warisan budaya tersebut. Pemerintah kolonial yang pada saat itu datang ke Malang Mereka menginginkan pembangunan Perumahan untuk warga warga Eropa yang datang ke kota Malang di mana di antaranya bisa kita lihat di bowplan 1 ini lokasinya sekarang tidak jauh dari Pasar Klojen atau di sekitaran Jalan Dokter Soetomo dan sampai sekarang pun bangunan-bangunan bergaya arsitektur Eropa masih banyak dijumpai di wilayah daerah sekitar Jalan Dokter Cipto dalam Jalan Kartini dan Jalan Cokroaminoto kemudian bergeser ke kedua dimana bagian kedua ini adalah rencana Belanda untuk menghubungkan Malang wilayah barat dengan Malang wilayah timur di mana ada pembangunan balai kota di situ kemudian ada Jalan Kertanegara yang nantinya akan menghubungkan Malang bagian timur dan bagian Barat di mana ada jembatan Kahuripan di situ juga sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dan juga ada jembatan Majapahit dimana menghubungkan Malang bagian Selatan dengan Malang bagian utara kemudian kita bergeser ke arah barat Dimana ada ada perempatan Kayutangan yang menjadi salah satu ikon di masanya dan sampai sekarang pun sekarang ditetapkan oleh pemerintah kota Malang menjadi Kayutangan Heritage gimana wilayah itu dianggap sebagai salah satu kampung-kampung kecil yang dikembangkan untuk perumahan bagi warga Belanda bergeser ke arah barat ada Landmark Kota Malang yaitu Idjen Boulevard.

Untuk melestarikan budaya yang ada di Indonesia umumnya dan di Malang pada khususnya kita perlu mengkaji dari berbagai macam sudut pandang tidak hanya dari sudut pandang historis bisa dari sudut pandang budaya bisa dari sudut pandang sosial atau mungkin bahkan antropologi. Salah satu mata kuliah yang diampu oleh Septa Rahadian, M.Pd. Dosen Jurusan pendidikan sejarah dan sosiologi di IKIP Budi Utomo Malang adalah teori dan praktek memandu wisata. Mata kuliah tersebut dilaksanakan mengingat di Malang merupakan Barometer wisata ketika pada masa kolonial menjadi menjadi tempat yang sangat favorit bagi orang-orang Eropa pada khususnya untuk dapat berwisata atau mungkin tinggal di kota Malang ketika sekitar tahun 1900-an Ketika Belanda pada masa itu melakukan eksodus untuk fase pertama mereka membuat atau rencana tata ruang kota di mana rencana tata ruang kota ini sampai sekarang masih dapat dilihat jejak-jejak arkeologis peninggalannya atau warisan budayanya. Oleh karena itu sebagai mahasiswa sebagai penggiat sejarah setidaknya kita bisa tahu bahwa ini adalah kajian sejarah sama kajian arkeologi yang dapat bisa digunakan sebagai bahan ajar. 

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata sudah mulai menggalakkan perkembangan pariwisata tidak hanya wisata alam tapi juga wisata budaya di mana wisata budaya Ini bisa juga berupa tempat-tempat cagar budaya yang memang disahkan sebagai warisan cagar budaya oleh pemerintah dan itu dapat kita lihat banyak sekali peninggalan-peninggalan dari masa kolonial yang ada di Malang yang sampai sekarang  jejaknya itu bisa dengan jelas terlihat dan sudah ada beberapa bangunan yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.


×
Berita Terbaru Update