Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pembunuhan di Dampit diduga Alami Gangguan Kejiwaan

Kamis, 06 Januari 2022 | Januari 06, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-01-05T23:54:58Z

 


Malang-Pada masa pemerintahan Malang, pembunuhan  anak terhadap ayahnya terjadi pada Rabu (1 Mei 2022) di Desa Jumbangan, Kecamatan Dampit. Tersangka HC (35) membunuh ayahnya Suradi (65) dengan sabit. Korban tewas seketika dengan luka tusukan di leher dan bahu kanannya. AKPDonny Kristian Bara`langi, Direktur Reserse Kriminal Polres Malang,  membenarkan  pembunuhan tersebut. “Dengan Polsek Dampit, saya mendapat laporan dari masyarakat ada orang yang meninggal di  rumah. Kemudian kita langsung ke TKP,” kata AKP Donnie saat dikonfirmasi (5/1).  Selain Slady, ada seorang korban  yang tak lain adalah  P (45), saudara kandung korban. Dia tidak bisa berkata-kata dan menderita luka tusukan di jari tangan dan pipinya. “Setelah dilakukan olah TKP, korban  meninggal  mengalami luka tusuk di leher dan bahu kanannya. Lainnya luka berat berupa luka tusuk di jari tangan dan pipinya. Sekarang Dan saya dirawat di Puskesmas Pit, "jelasnya. Barang bukti berupa sabit yang digunakan pelaku  diamankan pihak berwajib. Menurut informasi di lokasi, korban Slady memantau renovasi rumahnya sekitar pukul 7 pagi pada hari Rabu. Tanpa sebab yang jelas, pelaku HC tiba-tiba datang dari belakang dan langsung memukul kepala  korban dengan sabit. Pada saat itu, korban jatuh ke tanah dan meninggal. Setelah itu, para pelaku terus mengamuk. Kakak pelaku yang mencoba turun tangan juga diserang sabit yang dibawanya. Tentu saja, kejadian cepat ini mengejutkan para pekerja bangunan yang  memperbaiki rumah para korban. Kemudian, pekerja konstruksi mencoba melumpuhkan para korban dengan penduduk setempat. “Kami terpaksa mengikat korban, dan akhirnya warga berhasil mengikatnya, kemudian petugas polisi datang dan menangkap pelaku,” kata warga setempat. Menurut keterangan saksi dan keterangan, pelaku sering mengalami depresi dan marah tanpa alasan yang jelas.

 “Awalnya diduga pelaku depresi dan tidak bisa diduga,” kata Donnie. Polisi akan bekerja sama dengan psikiater di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk menilai kesehatan mental tersangka. "Polisi awalnya akan bekerja sama dengan  psikiater RSJ untuk melakukan psikotes terhadap tersangka, kemudian memperbaharui rekomendasi RSJ untuk penilaian kejiwaan," tambah Donny. ..

 

×
Berita Terbaru Update