Header Ads Widget

UTD PMI KOTA MALANG RUTIN GELAR DONOR PLASMA KONVASELEN

 

AMEG – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang rutin menyelenggarakan donor plasma konvaselen untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19.
Untuk itu, seleksi pendonor dilakukan sangat ketat melalui tiga tahap. Pertama, pendonor harus mengisi formulis berisi data dan riwayat penyakit.
Kedua, UTD PMI melakukan penyaringan data. Jika calon donor lulus tahap seleksi data, akan dipanggil untuk pengambilan plasma konvaselen.
“Prinsipnya, pendonor harus sehat, tidak sedang sakit ringan seperti pusing atau flu. Darah yang diambil juga tergantung berat badan pendonor, mulai dari 200 cc sampai 600 cc,” jelas Enny Sekar Rengganingati, Ketua UTD setempat, Rabu (7/4/21).
Saat ini jumlah pendonor turun 40%. Pulangnya mahasiswa ke kampung halaman menjadi salah satu penyebab. Karena donor utama Kota Malang adalah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Untuk mendapatkan pendonor, UTD Malang melakukan edukasi di berbagai instansi. Selain itu juga kerja sama dengan lembaga pemerintah dan daerah, agar kebutuhan kuantitas darah tetap terpenuhi.
Zaki, seorang pendonor sekaligus anggota KSR PMI unit UIN Malang, mengaku rutin mendonorkan darahnya. “Donor darah itu kan sodaqoh, selain itu juga menyehatkan badan, karena sirkulasi darah di dalam tubuh berganti. Kalau awal donor memang bisa pusing, kalau rutin akan baik-baik saja,” kata mahasiswa Psikologi UIN Malang itu.
Dalam rangka menyadarkan pentingnya donor darah, KSR PMI UIN Malang rutin bersosialisasi lewat webinar. “Sebelum pandemi, biasanya kita turun ke jalan, memberi sovenir dan stiker berisi pesan dan manfaat donor darah pada pengendara jalan yang lewat. Biar masyarakat tahu donor darah itu sehat” pungkas Zaki. (ar)
x